Minggu, 05 Februari 2012

Workshop Matematika

LAPORAN AKHIR STUDI LABORATORIUM P4TK MATEMATIKA YOGYAKARTA

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Tugas Mata Kuliah Worksop Matematika



Photobucket
  


Oleh:
Anom Fajar Puji Asmoro
Aditya Pratama Tufiadi
Heri Bastian
Fikri Hasan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BANTEN
2011



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Objek matematika adalah benda pikiran yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diamati dengan pancaindra. Oleh karena itu wajar apabila matematika tidak mudah dipahami oleh kebanyakan siswa usia sekolah dasar sampai SMP bahkan untuk sebagian siswa SMA sekalipun. Matematika yang merupakan salah satu mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh anak – anak menuntut seorang guru yang betul – betul kreatif dan inovatif dalam menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan. Matematika yang notabene merupakan pelajaran yang berisi symbol - symbol merupakan tantangan tersendiri bagi guru matematika. Terutama di sekolah dasar siswa harus betul – betul didekatkan dengan hal – hal yang bersifat konkret dalam penanaman konsep dasar. Guru harus masuk pada dunia anak untuk menemukan formulasi pembelajaran dengan tingkat pencapaian yang optimal.
Menurut Dahar (dalam Abdusyisakir 2007:14) mengatakan bahwa “Banyak murid atau mahasiswa gagal atau tidak memberi hasil yang baik dalam pelajarannya karena mereka tidak mengetahui cara-cara belajar yang efisien dan efektif, mereka kebanyakan hanya mencoba menghafal pelajaran dan memasukan ilmu tanpa ada penyaringan terlebih dahulu, sehingga tidak paham benar konsep urutannya”. Padahal matematika bukan materi untuk dihafal, melainkan memerlukan penalaran dan pemahaman yang lebih. Akibatnya jika diberi tes atau evaluasi, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal, walaupun bentuk soal tersebut hampir sama dengan soal yang pernah dipelajarinya.
Maka kami berasumsi bahwa pemakaian alat peraga menjadikan anak bisa berbuat dan tidak hanya mendengar. Sehingga menurut kami sangatlah penting ketika proses pembelajaran menggunakan alat peraga sebagai media bantu pemahaman konsep materi yang akan disampaikan oleh guru.
Hal ini disebabkan oleh lemahnya pemahaman konsep dasar matematika siswa dan siswa belum bisa memahami formulasi, generalisasi, dan konteks kehidupan nyata dengan ilmu matematika. Bahkan diperoleh keterangan 80% dari peserta memiliki penguasaan konsep dasar matematika yang sangat lemah.
P4TK Matematika Yogyakarta yang dikenal dengan motonya ”Raih sukses bersama dengan kerja cerdas dan ikhlas”. Yang bermakna mempunyai kemampuan membaca kebutuhan masyarakat pendidikan matematika dan bertindak secara cepat dan akurat dalam menyelesaikan berbagai tugas yang harus diemban oleh pegawai P4TK Matematika Yogyakarta. Dengan janji layanan yaitu ”Cepat, tepat, ramah dan konsisten”.
Dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika yang bertempat di Yogyakarta merupakan unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan matematika, sedangkan fungsi dari P4TK itu sendiri yaitu:
  1. Melakukan penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan.
  2. Melakukan pengelolaan data dan informasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
  3. Sebagai fasilitas dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
  4. Melakukan evaluasi program dan fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
  5. Pelaksanaan urusan administrasi PPPPTK Matematika Yogyakarta.
Adapun VISI P4TK Matematika Yogyakarta adalah Terwujudnya P4TK Matematika Yogyakarta sebagai institusi yang terpercaya dan pusat unggulan dalam pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan matematika. Sedangkan Misi P4TK Matematika Yogyakarta adalah:
  1. Mengembangkan model-model diklat pendidik dan tenaga kependidikan matematika,
  2. Mengembangkan model pembelajaran matematika berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi),
  3. Memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika,
  4. Menumbuhkan citra matematika sebagai mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan,
  5. Memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan matematika,
  6. Membangun hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan nasional dan internasional dalam rangka peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika.
Dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misinya, P4TK Matematika Yogyakarta menyadari pentingnya penetapan tata nilai yang berfungsi sebagai penentu arah bagi sikap dan perilaku seluruh insan P4TK Matematika Yogyakarta dalam menjalankan tugas sehari-hari. Makna nilai-nilai yang terkandung dalam tata nilai tersebut untuk mewujudkan budaya kerja institusi, yaitu : Visioner, Integritas, Produktif, Profesional, Amanah, Inspiratif, Demokratis dan Berkeadilan, Pelayanan Prima, Akuntabel.
Untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi P4TK Matematika Yogyakarta, menetapkan tujuan yang akan dicapai institusi dengan mengacu kepada faktor-faktor Kunci Keberhasilan institusi yang diselaraskan dengan tujuan strategis Kementerian Pendidikan nasional dan Direktorat Jenderal PMPTK.
  1. Tersedianya dan terjangkaunya produk layanan Diklat Matematika berbasis penelitian yang bermutu dan terwujudnya kerjasama dengan lembaga diklat di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan profesionalisme PTK Matematika
  2. Terciptanya sinergisitas antara program P4TK Matematika Yogyakarta dengan program Ditjen PMPTK dan Dinas Pendidikan Propinsi serta kabupaten/kota dalam mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan peningkatan profesionalitas PTK Matematika Yogyakarta
  3. Ketersediaan kelengkapan sarana prasaran ICT dan bahan pendukung diklat, serta sumber daya keuangan untuk menunjang ketersediaan dan keterjangkauan layanan profesionalitas PTK Matematika.
  4. Tersedianya SDM yang kompeten dalam bidang IT untuk mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan peningkatan kompetensi guru Matematika dalam melaksnakan pembelajaran yang inovatif berbasis IT
  5. Tersedianya SDM secara profesional yang memiliki budaya kerja tinggi, memiliki kompetensi dan komitmen untuk mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan peningkatan kompetensi PTK Matematika yang berbudaya kerja professional
  6. Tersedia sistem tata kelola yang handal dalam menjamin terselenggaranya dan terjangkaunya layanan prima dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi dan profesionalitas PTK Matematika oleh manajemen mutu diklat dan kompetensi SDM P4TK Matematika Yogyakarta yang handal
Untuk menjalani tugasnya, Kepala P4TK Matematika Yogyakarta dibantu oleh:
  1. Kepala Bagian Umum Bertugas melaksanakan urusan administrasi PPPPTK Yogyakarta. Yang dibantu oleh Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga yang bertugas melakukan urusan persuratan, kearsipan, kerumahtanggaan dan perlengkapan; Kepala Subbagian Tata Laksana dan Kepegawaian yang bertugas melakukan urusan ketatalaksanaan, serta mutasi pengembangan dan disiplin pegawai; dan Kepala Subbagian Keuangan yang bertugas melakukan penyiapan bahan penyusunan anggaran, pembiayaan, perbendaharaan, dan evaluasi pelaksanaan anggaran.
  2. Kepala Bidang Program dan Informasi. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Kepala Seksi Program yang bertugas melakukan penyusunan dan evaluasi program serta pembangan model-model peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika serta Kepala Seksi Data dan Informasi.
  3. Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi yang bertugas melaksanakan fasilitasi dan evaluasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika. Dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan yang bertugas melakukan penyiapan fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika, dan Kepala Seksi Evaluasi yang bertugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
  4. Kelompok Jabatan Fungsional (Widyaiswara) Bertugas melaksanakan pendidikan dan pengajaran, mengembangkan materi dan program diklat, melaksanakan penelitian serta pengabdian pada masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan matematika, P4TK Matematika Yogyakarta didukung penuh oleh widyaiswara dan instruktur yang berkompeten dibidang matematika, pendidikan matematika, dan ICT baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri.
SDM P4TK Matematika Yogyakarta memiliki berbagai pengalaman di tingkat nasional maupun internasional, baik sebagai penyelenggara, penyaji, atau peserta. Pengalaman SDM tersebut antara lain:
      1.          Tingkat Nasional
  • Sebagai penyelenggara, penyaji dan fasilitator berbagai macam diklat, workshop bagi pendidik dan tenaga kependidikan Matematika di Indonesia untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan widyaiswara LPMP.
  • Sebagai penyelenggara, penyaji berbagai seminar dan lokakarya pengembangan pendidikan matematika
  • Mengikuti lomba karya ilmiah widyaiswara tingkat nasional
  • Berbagai program unggulan PPPPTK Matematika :
           1.      FASILITASI PENINGKATAN KOMPETENSI PTK 
          a.      Diklat Guru Pemandu Matematika SD Jenjang Dasar/Lanjut/Menengah/ Tinggi 
          b.      Diklat Guru Pengembang Matematika SMP, SMA, SMK Jenjang Dasar/Lanjut
                /Menengah/Tinggi 
          c.       Diklat Pembelajaran Matematika SD PMRI 
          d.     Diklat Supervisi Tingkat Dasar 
          e.      Diklat Supervisi Tingkat Menengah 
          f.        Diklat bagi Tutor Matematika PNF 
          g.      Diklat Matematika bagi Guru SLB 
          h.      Diklat Matematika bagi Guru RSBI 
          i.        Diklat Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Matematika 
          j.        Diklat Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika 
         k.      Diklat Pembuatan Alat Peraga Matematika 
         l.        Seminar dan Lokakarya Pendidikan Matematika
         m.   Bimbingan Teknis Permasalahan Pembelajaran Matematika Materi bimbingan 
               teknis diantaranya:
·         Pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika
·         Pemanfaatan Alat Peraga Matematika
·         Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran matematika
·         Rekreasi Matematika di Mathematics Playground
·         Pemanfaatan Mathematics Mobile Learning
·         Mathematics game
·         materi-materi seputar permasalahan pembelajaran matematika yang lain sesuai permintaan
      2.      PENUNJANG FASILITASI PENINGKATAN KOMPETENSI PTK 
            a.      Penyusunan Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP 
            b.      Penyusunan Paket Penggemar Matematika 
            c.       Penyusunan Modul-Modul Diklat 
            d.     Pengembangan Prototype Alat Peraga Matematika 
            e.      Penyusunan Lembar Kerja dan Petunjuk Alat Peraga Matematika 
            f.        Penyusunan Software Pembelajaran Matematika 
            g.      Pembuatan Video Pembelajaran Matematika 
            h.      Penerbitan Buletin dan Jurnal 
            i.        Workshop Pengembangan Struktur dan Silabus Diklat 
            j.        Blockgrant KKG/MGMP
     3.      SEAMEO FOR QITEP IN MATHEMATICS 
           a.      Workshop in Realistic Mathematics Education 
           b.      Workshop on Development Lesson Study in Mathematics Education 
           c.       Workshop on Clinical Supervision 
           d.     Workshop on Joyfull Learning 
           e.      Training on Teacher Made Teaching Aid 
           f.        Training on Utilization Computer 
           g.      Research and Development South East ASEAN Mathematics Content
     4.      PROGRAM BERMUTU 
           a.      Pelatihan bagi Provincial Core Team (PCT) bagi KKG 
           b.      Pelatihan bagi Provincial Core Team (PCT) bagi MGMP 
           c.       Pelatihan bagi District Core Team (DCT) bagi KKG 
           d.     Pelatihan bagi District Core Team (DCT) bagi MGMP 
           e.      National Training for Tim Pengembang KKG 
           f.        National Training for Tim Pengembang MGMP 
           g.      TOT untuk KKKS dan MKKS 
           h.      TOT untuk KKPS dan MKPS 
           i.        Rapat Kerja Teknis Tim Pengembang Modul 
           j.        Workshop Pengembangan Modul Sistem Pelatihan 
           k.      Pelatihan Penggunaan Modul 
           l.        Monitoring

    2.      Tingkat Internasional
  • sebagai narasumber dan peserta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEAMEO Centre for QITEP in Mathematics, antara lain Workshop in Realistic Mathematics Education, Workshop on Development Lesson Study in Mathematics Education.
  • Sebagai penyaji dalam Workshop Web-Based Course di SEAMEO RETRAC di Vietnam
  • Sebagai pemakalah dan peserta kegiatan ISODEL (International Symposium Open, Distance and E-Learning)
  •   Sebagai peserta kegiatan Colombo Plan: Proffesional Development Programme for Science and Mathematics Teacher di SEAMEO RECSAM Malaysia
  • Sebagai peserta kegiatan Joint Recsam/ICASE Regional Seminar “The Way Forward for Science and Technology Education Implications for Policy Makers di SEAMEO RECSAM Malaysia”
  • Sebagai peserta Workshop Gifted Students Educations, di Hanoi, Vietnam
  • Melakukan kegiatan benchmark dan training need assesment ke berbagai pusat pendidikan matematika di negara-negara ASEAN, antara lain: SEAMEO RELC, SEAMEO RECSAM, SEAMEO INNOTECH, SEAMEO VOCTECH,
  • Mengikuti kegiatan magang di SEAMEO RECSAM
1.2  Rumusan Masalah
Dari analisis situasi di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.  Bagaimana pengembangan media dan alat peraga berdasarkan SK/KD yang tercantum dalam KTSP pada jenjang SMP?
2.     Bagaimana pengelolaan workshop dan validasi media dan alat peraga matematika pada jenjang SMP?
3.         Bagaimana pengelolaan media dan alat peraga matematika pada jenjang SMP?
4.      Sejauh mana manfaat penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas?
1.3  Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang didapat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
  1. Memenuhi tugas akhir mata kuliah workshop
  2. Mendapatkan seputar informasi tentang perkembangan alat peraga
  3. Memperoleh informasi tentang perkembangan media dan sumber-sumber belajar
  4. Mendapatkan pengarahan tentang penggunaan alat peraga serta teori-teori yang berkaitan tentang perkembangan pembelajaran matematika


BAB II
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA DI P4TK MATEMATIKA YOGYAKARTA

2.1  Strategi P4TK dalam Pengembangan Media atau Alat Peraga   yang disesuaikan dengan SK/KD pada KTSP SMP
Setelah melakukan serangkaian observasi di P4TK Yogyakarta bersama beberapa stafnya yang mendampingi kita pada saat berkunjung ke P4TK disana, dan juga pada saat mewawancarai Ibu Wulandari selaku staf P4TK yang menemani kita berkunjung ke laboratorium matematika. Beliau memaparkan bahwa terdapat beberapa strategi dalam melakukan pengembangan media atau alat peraga.
 Pertama yaitu menganalisis kurikulumnya, tentu dengan berpatokan pada standar isi KTSP, yaitu memudahkan dalam pemahaman siswa.
Kedua yaitu mendesain alat peraga. Menguji coba sejauh mana alat peraga tersebut sudah tepat sesuai dengan yang diharapkan atau belum, karena memang di P4TK sendiri terdapat bengkel pembuatan alat peraga. Untuk pembuatan alat peraga terbuat dari bahan yang tidak berbahaya sehingga dapat aman ketika digunakan oleh siswa. Selain pembuatan alat peraga yang dibuat di bengkel alat peraga maupun pabrik yang melakukan pembuatan usaha tersebut, banyak alat peraga yang dibuat oleh perseorangan ataupun kelompok siswa dan guru. Dimana alat peraga tersebut pun telah di uji cobakan.
Ketiga yaitu validasi, dalam strategi ini alat peraga perlu di validasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar nilai ketepatan suatu alat peraga untuk dipraktekkan ke siswa.
Dan yang terakhir yaitu memberikan petunjuk penggunaan alat peraga sehingga mempermudah dalam pengguna media atau alat peraga.
Khusus untuk KD mengenal bentuk-bentuk alajabar, terlihat disana sudah terdapat banyak sekali alat peraga yang bisa memfasilitasi mata pelajaran tersebut, mulai dari tingkatan SMP, SMA hingga pada semua tingkatan. Dan nampak juga bahwa sudah teruji dari bahan pembuatannya hingga pada tingkat validitasnya.

2.2  Pengelolaan Workshop dan Validasi media /Alat Peraga Matematika di P4TK pada jenjang SMP
Alat peraga yang baik adalah alat peraga yang dilihat dari unsur pedagogiknya. Pengelolaan Workshop dan Validasi media atau Alat Peraga Matematika dilakukan dengan cara melibatkan banyak ahli validasi, guru dan juga dosen yang bertugas untuk melakukan riset tentang itu
Adapun tujuan dilakukannya validasi yaitu untuk mengukur seberapa besar nilai ketepatan suatu alat peraga. Sehingga apabila media atau alat peraga terbukti tidak valid maka alat peraga tersebut harus segera di revisi. Setelah revisi dilakukan dan pengujian kembali alat peraga pun dilakukan dan terbukti bahwa alat peraga tersebut valid, baru kemudian alat peraga tersebut boleh di terapkan di sekolah.

2.3  Pengelolaan Media dan Alat Peraga serta Manajemen Laboratorium di P4TK
Dalam melakukan tata kelola laboratorium di P4TK. Pihak P4TK menerapkan sejumlah peraturan yang memang harus dipatuhi oleh siapapun yang berkunjung disana, termasuk pada saat melihat-lihat dan mempelajari berbagai alat peraga yang telah tersusun rapih sesuai dengan kodenya masing-masing. Tujuan dari pengkodean alat peraga yaitu untuk mempermudah pencarian alat peraga yang kita cari, pengkodean itu  yaitu Kode 100 di tunjukkan untuk SD, Kode 010 di tunjukkan untuk SMP, 00 di tunjukkan untuk SMA dan 111 di tunjukkan untuk semua jenjang. Penggunaan kode tersebut pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus dari pihak P4TK. Jadi penggunaan kode hanya disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan saja, sehingga dapat mudah untuk mengingatnya.
 Kemudian guna mendukung tugas dan fungsi kelembagaan, khususnya dalam hal fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika, P4TK Matematika mengembangkan unit-unit pendukung akademis. Produk unit-unit pendukung akademis dan lembaga tersebut adalah:
a.      Unit Media Alat Peraga Matematika
Unit ini merupakan penunjang akademis di bawah Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi. Unit ini memiliki kurang lebih 200 macam alat peraga yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran matematika di SD, SMP, atau SMA, dan alat peraga permainan matematika. Selain itu unit MAPM menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Alat Peraga dan Pelatihan Pemanfaatan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika SD.
b.     Unit Riset dan Pengembangan
Unit ini bertugas melakukan riset dan pengembangan di bidang media pembelajaran matematika, menghasilkan produk-produk P4TK Matematika dan non-P4TK Matematika, serta riset dan pengembangan pedagogis pembelajaran matematika termasuk pemecahan masalah.
c.       Unit Mathematics Playground
Unit ini bertugas melakukan pengembangan dan pengelolaan model aktifitas rekreasi matematika untuk mendukung pembelajaran matematika yang menyenangkan. Fasilitas yang terdapat di sini antara lain Ruang Display Indoor yang menyediakan beraneka puzzle, pengubinan, tantangan matematika, busa sabun steiner, poster matematika, dan lain-lain; Area Outdoor dengan aneka permainan matematika di antaranya jembatan Konigsberg, labirin matematika, dan sand box; Multi media yaitu home theatre, film dan tayangan matematika, touch screen computer, serta game komputer.
d.     Unit Media Teknologi Informasi dan Komunikasi
Ada beberapa fasilitas yang terdapat di unit ini yaitu Laboratorium ICT (30 unit PC dan 30 unit laptop), Lan Training (1 unit), Video Converence System (1 unit), TV Plasma 52” (3 unit), LCD projector (2 unit).
e.      Unit Perpustakaan
f.       Unit Media Audio Visual
Unit ini bertugas memproduksi dan mengembangkan media audio visual untuk mendukung pembelajaran matematika serta melaksanakan pendokumentasian kegiatan lembaga. Unit MAV memiliki peralatan produksi yang lengkap seperti kamera, peralatan lighting, editing audio dan video, fotografi, serta video pembelajaran matematika.
g.      Unit Media Komputer
P4TK Matematika Yogyakarta juga didukung dengan keberadaan Unit Media Komputer yang bertugas mengembangkan software pembelajaran matematika dengan media komputer. Unit Media Komputer mengelola 2 laboratorium komputer sebagai sarana penunjang kegiatan pelatihan komputer yang masing-masing berkapasitas 30 komputer dan dilengkapi dengan fasilitas jaringan LAN, Internet, LCD, AC, Sound System dan Multimedia.

1.4  Pengembangan Media atau Alat Peraga di P4TK sesuai dengan pembagian tugas substansi materi
Setelah dilakukannya observasi di ruangan laboratorium, kami mengambil alat peraga yang bersifat hard dan disesuaikan dengan KD yang kami ambil. Dan alat peraga tersebut memuat beberapa spesifikasi, yaitu:
a.      Alat dan bahan pembuatan
Jika dilihat dari alatnya, alat peraga untuk mengenal bentuk-bentuk aljabar terbuat seperti kartu yang berisi berbagai bentuk sifat aljabar, dan bahan pembuatannya pun terbuat dari kertas tebal yang dilapisi plastik.
b.      Cara membuat
    Dari bentuk alat peraga tersebut dapat diprediksi proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit, yaitu hanya perlu menyiapkan kertas berukuran sebesar kartu gapleh, lalu di atasnya ditulisi oleh berbagai sifat aljabar dengan warna tulisan yang mencolok sehingga mudah untuk dilihat serta dilapisi oleh plastik. Kemudian kartu-kartu tersebut dimasukan kedalam box agar rapih.

 
BAB III
STRATEGI PENGELOLAAN LABORATORIUM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH

3.1  Pengelolaan Laboratorium Pembelajaran Matematika di Sekolah
Tujuan umum pengelolaan laboratorium adalah agar laboratorium matematika dapat berfungsi secara optimal. Selain itu juga dimaksudkan agar alat peraga/permainan, alat dan bahan praktik, serta sarana penunjang yang ada di laboratorium terawat dengan baik, tidak kotor, tidak rusak dan tidak hilang, sehingga awet dan dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama.
Pengelolaan yang rapi dan teratur akan membantu guru, siswa dan semua pengguna laboratorium agar memanfaatkan laboratorium matematika dengan sebaik-baiknya. Pengelolaan laboratorium matematika meliputi penanganan peralatan secara efektif, penanganan berkaitan dengan penggantian, pembuatan, perbaikan, maupun perawatannya. Pengelolaan laboratorium juga meliputi penggunaan alat, alat-alat kerja, dan peralatan habis pakai.
1. Penataan alat peraga, alat permainan dan sarana penunjang
Alat peraga, alat permainan dan sarana penunjang dapat disimpan di dalam lemari, di dalam laci, di atas rak, di dalam peti kayu atau dipajang di tempat-tempat yang memungkinkan. Penempatan alat dapat dikelompokkan menurut jenis alat peraga atau menurut jenjang kelas yang menggunakan alat peraga tersebut. Penataan alat dapat diatur menurut dua cara, yaitu menurut jenis alat atau
Penataan alat dapat diatur menurut dua cara, yaitu menurut jenis alat atau menurut tingkat kelas yang menggunakan alat tersebut. Penataan alat menurut jenis alat, misalnya:
a) Alat peraga bilangan
b) Alat peraga aritmetika sosial
c) Alat peraga geometri bidang datar
d) Alat peraga geometri ruang
e) Alat peraga pengukuran
f) Alat peraga permainan
g) Alat peraga statistika
h) Alat peraga probabilitas
i) Alat peraga untuk pengelolaan dan pengolahan data
2. Sistem Peralatan
Sistem peralatan hendaknya sesuai dengan kurikulum nasional dengan sasaran utama memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan, dan mendorong berbagai kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa. Semua percobaan dan kegiatan dapat dilakukan di dalam dan di luar ruangan kelas. Perlu diingat bahwa kegiatan percobaan diusahakan menggunakan waktu yang wajar agar pembelajaran tidak didominasi kegiatan percobaan. Pengembangan peralatan praktik haruslah berorientasi pada ukuran.
1.      Penyimpanan dan pemeliharaan alat
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemeliharaan alat peraga, alat permainan, dan sarana penunjang:
a. Alat-alat yang merupakan set (satu kesatuan dalam penggunaan) hendaknya dikemas menjadi satu kotak/kantong/tempat, supaya tidak terpisahkan, karena  jika satu bagian hilang maka alat tersebut sudah tidak dapat digunakan secara sempurna sebagaimana petunjuk penggunaannya. Misalnya tangram, tujuh keping ajaib, dekak-dekak, blok himpunan dan sebagainya. Kotak tempat menyimpan alat-alat tersebut merupakan ruang-ruang atau bagian-bagian yang disesuaikan dengan ukuran, bentuk, dan bahan pembuat alat tersebut. Dengan demikian, sewaktu alat-alat tersebut dikeluarkan dari tempatnya, kemudian dapat ditempatkan kembali secara tepat dan teratur.
b. Alat peraga yang berupa papan persegi/persegipanjang besar dilengkapi dengan potongan-potongan kecil papan dalam bentuk tertentu sebaiknya disimpan dengan potongan-potongan papan tersebut menempel di tempatnya. Misalnya alat peraga luas lingkaran, keping-keping lingkaran diletakkan pada tempatnya (di lingkaran atau di persegipanjang), tidak dibiarkan berceceran.

3.2     Pengorganisasian Laboratorium Matematika Sekolah berdasarkan kajian tentang pengelolaan laboratorium sesuai dengan analisis informasi pengembangan dan pengelolaan media dan alat peraga

Menurut apa yang telah kami temukan dilapangan ketika melakukan observasi di P4TK Yogyakarta, ternyata dalam melakukan pengelolaan laboratorium perlu adanya kontribusi dari semua pihak, baik itu dari staf-staf pegawai, guru dan dosen yang terlibat disana. Dan juga penerapan tata tertib yang dimuat perlu dijalankan sebagai mana mestinya, guna menjaga semua fasilitas yang telah ada di dalam laboratorium matematika. Sesuai dengan fungsinya laboratorium matematika memiliki beberapa standar kegunaan, yaitu:
  1. Sebagai tempat untuk melakukan kajian maupun diskusi yang dilakukan secara individu maupun berkelompok.
  2. Tempat untuk menyimpan semua peralatan yang berhubungan dengan laboratorium matematika.
  3. Tempat kegiatan belajar matematika.
Tata tertib penggunaan laboratorium dimaksudkan untuk menjaga disiplin dalam laboratorium. Kebersihan, keamanan dan keselamatan hendaknya selalu dipelihara. Penggunaan laboratorium sebaiknya teratur dan merata agar tidak terjadi bentrokan jadwal antar kelas yang ingin menggunakan laboratorium. Tata tertib dapat berisi larangan, suruhan maupun petunjuk bagi para pengguna laboratorium. Contoh tata tertib penggunaan laboratorium:
1.      Guru yang ingin menggunakan laboratorium harus melaporkan   diri kepada laboran.
2.      Pemakaian laboratorium harus sesuai dengan jadwal yang telah  ditetapkan.
3.      Siswa-siswi yang menggunakan laboratorium harus senantiasa berusaha menjaga kebersihan laboratorium.
4.      Alat peraga yang telah selesai digunakan dikembalikan ke tempat semula.
5.      Alat yang rusak, pecah atau hilang harus dicatat dan dilaporkan kepada laboran.

Prosedur Pengelolaan Laboratorium
Prosedur pengelolaan laboratorium adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar laboratorium yang dikelolanya bermutu. Langkah-langkah tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan (P4). Pada tahap perencanaan, pengelola laboratorium harus melakukan hal-hal di bawah ini:
1.     Memahami hasil penilaian kinerja laboratorium semester lalu. Penilaian tersebut dilakukan oleh Pengelola Laboratorium (PL) sendiri.
2.     Membandingkan hasil penilaian PL semester lalu dengan nilai maksimum kinerja laboratorium.
3.     Menemukan masalah yang berkaitan dengan perbedaan hasil penilaian PL semester lalu dengan nilai maksimum kinerja laboratorium. Penemuan masalah dapat dilakukan dengan analisis Strength, Weakness, Opportunities, and Threat (SWOT) atau diagram tulang ikan atau sistem analisis lainnya.
4.     Melakukan analisis SWOT terhadap sumber daya manusia (kepala laboratorium, teknisi, laboran, dan petugas kebersihan), tata ruang laboratorium, infra-struktur laboratorium (listrik, air, alat komunikasi, lokasi, dll), peralatan dan bahan laboratorium, prosedur dan administrasi laboratorium, keamanan dan keselamatan laboratorium, serta dana laboratorium untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman untuk masing-masing komponen laboratorium.
5.     Menentukan nilai target kerja PL .
6.     Menentukan strategi untuk mencapai target tersebut.
7.     Membuat rencana kerja PL yang berisi antara lain target, waktu pelaksanaan, penanggung jawab, tempat, dan sarana /dana yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1     Pengembangan media dan alat peraga matematika yang kaitannya dengan strategi belajar mengajar dan keberhasilan belajar siswa.
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1.      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan
2.      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Dalam penerapan strategi pembelajaran, tentu memiliki kaitan yang sangat erat terhadap penggunaan media atau alat peraga. Karena strategi pembelajaran menjadi suatu formula dalam praktek pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Dengan adanya alat peraga sebagai media pembelajaran diharapkan bahan pelajaran akan lebih mudah sehingga mampu menciptakan strategi belajar mengajar yang menarik dan tidak bosan terhadap pelajaran yang diajarkan. Sehingga bisa dikatakan strategi yang efektif dan ditunjang pula dengan penggunaan media atau alat peraga yang sesuai dapat meningkatkan hasil belajar siswa di dalam kelas.

4.2     Implementasi media dan alat peraga
Dalam memilih dan menggunakan alat peraga hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, karena penerapan alat peraga tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada alat peraga yang berfungsi dalam memberikan penjelasan konsep materi yang diajarkan, ada pula alat peraga yang sifatnya hanya sebagai penunjang proses pembelajaran. Penggunaan alat peragapun hendaknya menggunakan alat peraga yang tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi siswa, dan bersifat flesksibel , mudah untuk dipahami oleh seluruh siswa. Serta keakuratan alat peraga dalam menjelaskan materi pokok yang diajarkan hendaknya tepat dalam arti sesuai dengan kegunaannya. Sehingga ketika harus dilakukan evaluasi dari penggunaan alat peraga tersebut dapat sesuai seperti yang diharapkan.
Kelebihan yang diperoleh dengan menggunakan alat peraga sebagai penunjang materi salah satunya adalah mempermudah penyampaian materi kepada siswa di dalam kelas. Dan  berfungsi untuk membantu tercapainya prestasi belajar peserta didik.
Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa tidak semua standar kompetensi bisa mempergunakan media/alat peraga karena terbatasnya juga alat tersebut. Dalam pembuatannya pun perlu dilakukan uji validitas sehingga jika setiap sekolah hanya mengandalkan media/alat peraga maka akan terjadi ketertinggalan subtansi dari materi yang dipelajari.
                

                BAB V
PENUTUP

a.      Kesimpulan
Proses pengajaran yang baik adalah proses pengajaran yang memenuhi beberapa unsur-unsur. Salah satunya adalah adanya alat peraga sebagai penunjang proses pembelajaran. Tentu saja hasilnya akan berbeda jika proses pembelajaran tanpa menggunakan alat peraga, hal tersebut lebih lajim dikenal dengan pembelajaran tradisional atau pembelajaran yang sifatnya konvensional. Sehingga bisa dikatakan penggunaan alat peraga matematika sangat diperlukan untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif,

b.     Saran
Hal yang paling menentukan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas adalah tenaga pengajarnya. Dalam pembuatan alat peraga kita tidak bisa serta merta membuatnya begitu saja. Karena ada beberapa standar yang harus di ikuti dalam pembuatan alat peraga. Yaitu validitas atau tidaknya alat peraga tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 
LAMPIRAN

Lampiran
Matrik Kegiatan dan pembagian tugas anggota kelompok
No.
Nama
Selaku
Tugas
1
Anom Fajar Puji Asmoro
Ketua kelompok
Melakukan manejemen pembagian tugas kelompok  dan mengkordinir anggota agar melakukan tugasnya sesuai dengan yang direncanakan serta melakukan observasi tentang alat peraga yang digunakan.
2
Aditya Pratama Tufiadi
Anggota kelompok
Mencatat semua hasil pemaparan terkait P4TK pada saat pemberian materi berlangsung.
3
Heri Bastian
Anggota kelompok
Melakukan seluruh dokumentasi kegiatan yang dapat menunjang dalam pembuatan laporan kegiatan.
4
Fikri Hasan
Anggota kelompok
Melakukan riset tentang alat peraga yang digunakan, yang disesuaikan dengan KD yang telah ditentukan, meliputi alat dan bahan pembuatan,

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan setelah membaca tinggalkan komentar
just comment, doesn't spam.

 

Followers

APT's Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template